Rabu, 09 November 2011

Manajemen Produksi

MANAJEMEN PRODUKSI





I. Perkembangan Manajemen Produksi

  1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi.
  2. Revolusi industri.
  3. Perkembangan alat dan teknologi.
  4. Perkembangan ilmu dan metode kerja.


II. Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan/koordinasikan kegiatan orang lain.

III. Pengertian Produksi

Produksi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.


IV. Proses Produksi

  1. Proses produksi terus-menerus, proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa disuatu titik dalam operasi.
  2. Proses produksi terputus-putus, produk proses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini.
  3. Proses produksi campuran, penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus.


V.  Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi

  1. Pengambilan keputusan atas peristiwa pasti.
  2. Atas peristiwa yang mengandung risiko.
  3. Peristiwa yang tidak pasti.
  4. Peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain.


VI. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

  1.  Seleksi dan design hasil produksi.
  2. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan.
  3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi.
  4. Perancangan tata letak (lay out) dan arus kerja atau proses.
  5. Perancangan tugas.
  6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.


VII. Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi

  1. Proses produksi dan operasi.
  2. Jasa-jasa penunjang pelayanan produksi.
  3. Perancangan.
  4. Pengendalian dan pengawasan.


VIII. Lokasi dan Layout Pabrik

Lokasi adalah salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi.
Faktor-faktor lokasi :
  1. Letak sumber bahan baku.
  2. Letak pasar.
  3. Transportasi.
  4. Supply tenaga kerja.
  5. Pembangkit tenaga listrik.
Layout adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas produk guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien.
Keputusan untuk menentukan layout yang benar : 
  1. Kapasitas.
  2. Proses.
  3. Fleksibilitas.
  4. Biaya.
  5. Kualitas lingkungan kerja.
  6. Kontak konsumsi.
  7. Citra perusahaan.


Sumber :
  1. http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/pengantar-bisnis/manajemen-produksi
  2. http://blogdeta.blogspot.com/2009/03/manajemen-produksi.html
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Produksi
  4. http://yprawira.wordpress.com/pengertian-dan-proses-produksi/
  5. http://id.shvoong.com/business-management/1966958-manajemen-operasional/
  6. http://okasatria.blogspot.com/2008/01/manajemen-produksi.html
  7. http://konsultanmuda.wordpress.com/2010/12/04/pengertian-lokasi-dan-layout-pabrik/
  8. http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/layout/

Jumat, 04 November 2011

Pemasaran

PEMASARAN





I. Pengertian Pasar dan Pemasaran


Pasar adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dan pembeli yang melakukan uang untuk membeli barang dengan harga tertentu.
Pemasaran adalah suatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.


II. Jenis-Jenis Pasar


Jenis-jenis pasar :
  1. Pasar nyata adalah pasar dimana berang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli.
  2. Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dengannya saja.
  3. Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secara langsung.
  4. Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan dengan layanan sendiri.


III. Konsep Inti Pemasaran

Konsep-konsep pemasaran : 
  1. Konsep pegeluaran adalah berasaskan kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperoleh.
  2. Konsep produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualiti, presentasi dari ciri-ciri inovatif yang terbaik.
  3. Konsep jualan adalah berorientasikan melalui produk melalui kaedah pemasaran yang lebih agresif.
  4. Konsep kesejahteraan adalah langsung dari pada konsep pemasaran dimana ia ditambah dengan unsur-unsur kepekaan industri terhadap kesejahteraan pengguna serta masyarakat keseluruhan.


IV. Manajemen Pemasaran


Keadaan permintaan :
  1. Permintaan negatif adalah permintaan dimana sebagian dari segment pasar, tidak menginginkan produk itu.
  2. Sedikit permintaan adalah keadaan dimana hanya sebagian hasil segment pasar yang berminat terhadap penawaran produk. 
  3. Permintaan tersembunya adalah keadaan dimana ada permintaan, tetapi produk tidak tersedia.
  4. Permintaan menurun adalah dimana tidak ada permintaan.
Falsafah manajemen pemasaran :
  1. Production concept adalah konsumen lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah harganya.
  2. Product concept adalah konsumen-konsumen produk yang menawarkan kualitas, dan kinerja terbaik, serta fitur-fitur yang inovatif.
  3. Selling concept adalah konsumen dan pembisnis hanya akan membelikan produk yang melakukan usaha-usaha pemsaran yang aktif.
  4. Marketing concept adalah kunci pencapaian sasaran organisasi.
  5. Holistic marketing concept adalah merupakan konsep menyeluruh atas relationship marketing, ontergrated marketing.


V. Bauran Pemasaran


Produk adalah suatu sifat yang baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, pretise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari baang beserta pelayanannya.
Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran


VI. Tujuan Sistem Pemasaran

  1. Memaksimumkan konsumsi.
  2. Memaksimumkan kepuasan konsumen.
  3. Memaksimumkan mutu hidup.



VII. Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran

  1. Pendekatan serba fungsi, pembelian, pengangkkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, dll.
  2. Pendekatan serba lembaga, dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, spiler, dll.
  3. Pendekatan serba barang, bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.
  4. Pendekatan serba manajemen, dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil.



Sumber :
  1. http://id.shvoong.com/business-management/2003665-pengertian-pasar/
  2. http://syadiashare.com/jenis-pasar.html
  3. http://infosky.wordpress.com/2007/04/08/5-konsep-pemasaran/
  4. http://datakuliah.blogspot.com/2009/11/falsafah-manajemen-pemasaran-dan.html
  5. http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/pengantar-bisnis/pemasaran

Kamis, 03 November 2011

Manajemen dan Organisasi

Manajemen dan Organisasi



I. Manajemen

  • Pengertian dan Peranan Manajemen
Manajemen (menurut Prof. Oei Liang Lee) adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Peranan manajemen :
  1. Peran interpersonal, yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada disekelilingnya.
  2. Peran informasi, yaitu peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain.
  • Latar Belakang Sejarah Manajemen
Sekitar tahun 1885, Frederick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja. Beberapa tahun sebelum Taylor, Herry Fayol (1841-1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Perancis ia juga mempelajari manajemen, mencari teknik-teknik yang dapat menigkatkan produksi batu bara ia juga memunculkan buku tahun 1911, yang berjudul The Principles of Scientific Management.
  • Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen :
  1. Perencanaan.
  2. Pengorganisasian.
  3. Pengerahan.
  4. Pengkoordinasian.
  5. Pengewasan.
Proses Manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam menajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis.
  •  Ciri-ciri Manajer Profesional :
  1. Berbudaya korporat, yaitu tranpasrasi, idependensi, responsif, akuntabilitas, kejujuran.
  2. Dukungan manajemen puncak.
  3. Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
  4. Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
  5. Berdimensi jangka panjang dan bersinambungan.
  6. Sistem nilai prinsip efisiensi dan efektivitas.
  •  Keterampilan Manajemen :
  1. Pengendali gangguan.
  2. Pengalokasian sumber daya.
  3. Perunding.






II. Organisasi

  • Pengertian
Organisasi (menurut Boone dan Kurtz) adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
  • Pentingnya Organisasi
Karena kita selalu berkaitan dengan organisasi. Misalnya organisasi pada sebuah kampus atau kelas di kampus tersebut. Dengan kita mengenal organisasi maka kita juga bisa menambah pengetahuan dari organisasi yang kita jalani.
  • Bentuk-bentuk Organisasi :
  1. Organisasi politik, yaitu suatu kelompok yang bergerak dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif dalam menentukan nasib bangsa tersebut.
  2. Organisasi sosial, yaitu perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang bebadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
  3. Organisasi mahasiswa, yaitu organisasi yang beranggotakan mahasiswa.
  4. Organisasi olahraga.
  5. Organisasi sekolah.
  6. Organisasi negara.
  • Prinsip-prinsip Organisas :
  1. Perumusan tujuan yang jelas.
  2. Pembagian kerja.
  3. Delegasi kekuasaan.
  4. Rentang kekuasaan.
  5. Tingkat pengawasan.
  6. Kesatuan perintah dan tanggung jawab.
  7. Koordinasi.



Daftar Pustaka :
  1. http://ronawajah.wordpress.com/2007/05/13/manajemen-profesional/
  2. http://organisasi.org/macam-jenis-peranan-manajemen-peran-manajer-dalam-organisasi-perusahaan-ekonomi-manajemen
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_Manajemen
  4. http://ocw.gunadarma.id/course/economics/management-S1/pengantar-bisnis/manajemen-dan-organisasi
  5. http://belajarmanagement.wordpress.com/2010/02/25/prinsip-prinsip-organisasi/

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil



I. Kewiraswastaan, Wiraswasta, dan Wiraswastawan.
 
  • Kewiraswastaan adalah sebagai proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memiliki resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertai, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
  • Wiraswasta adalah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.
  • Wiraswastawan adalah penggabungan kekuatan untuk memulai perubahan dalam produksi.


II. Perusahaan Kecil Dalam Lingkungan Perusahaan.

Cara memasuki perusahaan :
  1. Membeli perusahaan yang telah di bangun, dapat memberikan sejumlah keuntungan dengan kaitannya dengan lokasi perusahaan, evaluasi kinerja perusahaan, efisiensi usaha/waktu, maupun efisiensi dalam biaya pendirian.
  2. Memulai perusahaan baru, merupakan upaya yang menguntungkan bilamana kemungkinan membeli perusahaan yang sudah di bangun atau pembeli perusahaan yang sudah ada.
  3. Membeli hak lisensi (franchising/waralaba), biasanya hanya sedikit memberikan kebebasan.


III. Perkembangan Franchising di Indonesia.


Kiat - kiat memilih usaha dengan waralaba (franchising) :
  1. Produk yang di jual harus disukai oleh semua orang.
  2. Daerah operasinya lokal, majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan dengan letak perusahaan. 
  3. Ukuran secara keseluruhan relatif kecil (penyelenggaraan di bidang operasinya tidak dominan).
Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan : 
  1. Makanan dan minuman.
  2. Rentail.
  3. Salon kecantikan.
  4. Binatu.
  5. Pelatihan.
  6. Senam kebugaran.
  7. Produk.
  8. Printing.
  9. Real.


 IV. Ciri-ciri Perusahaan Kecil.



  • Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Kecil.
Kekuatan perusahaan kecil terutama dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setempat. Kelemahan perusahan kecil terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal, dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
  • Keuntungan perusahaan kecil :
  1. Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fisik sibelitas gerak perusahaan dan kecapatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar.
  2. Penyesuaian dengan kebutuhan setempat supaya berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat.
  • Kelemahan perusahaan kecil :
  1. Sangat dipengaruhi oleh perubahan situasi, kondisi, ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk.
  2. Spesialis.
  3. Modal.
  4. Jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.
  • Cara-cara mengembangkan perusahaan kecil.
Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan, dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.
  • Kegagalan perusahaan kecil  :
  1. Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukaan.
  2. Perbandingan utang yang semakin tinggi.
  3. Biaya operasi yang semakin meningkat.
  4. Pengurangan dalam modal kerja.
  5. Penurunan dalam keuntungan.
  6. Peningkatan kerugian.


V. Perbedaan Antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil.


Kewirausahaan adalah pelaku bisnis yang menerima resiko maupun peluang yang ada karena menciptakan dan mengoperasikan bisnis baru, yang membedakan antara visi, aspirasi dan strategi. Sedangkan, Bisnis kecil adalah tidak mempunyai rencana untuk pertumbuhan-pertumbuhan yang hebat dan hanya mencari pendapatan yangn aman dan nyaman.



Daftar Pustaka :


  1. http://journalamikom.ac.id/index.php/Koma/article/viewArticle/1782
  2. http://matkul-bisnis.blogspot.com/2010/06/apa-perbedaan-antara-kewirausahaan.html

Minggu, 09 Oktober 2011

Bentuk-bentuk Badan Usaha

Bentuk-Bentuk Badan Usaha


I. Bentuk Yuridis Perusahaan.

Bentuk pemilikan perusahaan : 
  • Usaha Perseorangan adalah salah satu bentuk yang banyak sekali dipakai di Indonesia untuk pengusaha kecil.
Kebaikan usaha perseorangan :
  1. Seluruh laba menjadi miliknya.
  2. Keputusan pribadi.
  3. Kebebasan dan fleksibilitas.
  4. Lebih mudah memperoleh kridit.
  5. Sifat kerasiaan. 
Keburukan usaha perseorangan :
  1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
  2. Sumber keuangannya terbatas.
  3. Kesulitan dalam manajement.
  4. Kelangsungan usaha kurang terjamin.
  5. Kurangnya kesempatan pada para karyawan.
  • Firma (Fa) adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antar dua orang atau lebih sengan nama bersama, dalam mana tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas ; sedangkan laba yang di peroleh dari usaha tersebut akan bagi bersama-sama.
Kebaikan firma :
  1. Jumlah modalnya relatif lebih besar dari usaha perseorangan sehingga lebih mudah untuk memperluas usahanya.
  2. Lebih mudah memperoleh kredit karena mempunyai finansial yang lebih besar.
  3. Kemampuan manajement lebih besar karena adanya pembagian kerja diantara para anggota.
  4. Pendiriannya mudah, artinya tidak memerlukan akte.
Keburukan firma :
  1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh uang perusahaan.
  2. Kelangsungan perusahaan tidak menentu sebab salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama.
  3. Kerugian yang diakibatkan oleh seorang harus ditanggung bersama oleh anggota.
  • Perseroan Komanditer (CV) adalah suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya.
Kebaikan perseroan komanditer :
  1. Modal yang dilakukan lebih besar.
  2. Mudah memperoleh kredit.
  3. Kemampuan manajement lebih besar.
  4. Pendiriannya mudah.
Keburukan perseroan komanditer :
  1. Sebagai anggota/sekutu mempunya tanggung jawab tidak terbatas.
  2. Kelangsungan hidupya tidak menentu.
  3. Sulit untuk menarik kembali modalnya, terutama bagi sekutu pimpinan.

  • Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu badan hukum karena memiliki kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi masing-masing pemegang saham.
Kebaikan persero terbatas :
  1. Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang perusahaan.
  2. Kontinyuitas perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada beberapa peserta.
  3. Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain.
  4. Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usaha.
Keburukan perseroan terbatas :
  1. PT merupakan subyek sulit.
  2. pendiriannya lebih sulit.
  3. Ongkos pembentukannya relatif tinggi.
  4. Kurangnya rahasia perusahaan.

  • BUMN adalah badan usaha milik negara yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh negara. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri Negara BUMN.

  • Koperasi adalah perkumpulan orang-orang untuk mengadakan kerjasama ; bukanlah merupakan konsentrasi modal.
Sumber keuangan koperasi :
  1. Anggota koperasi.
  2. Pinjaman.
  3. Hasil usaha.
  4. Penanaman modal.
Jenis koperasi :
  1. Koperasi produksi.
  2. Koperasi konsumsi.
  3. Koperasi kredit.


II. Lembaga Keuangan.

Lembaga Keuangan adalah badan usha yang mengumpulkan asset dalam bentuk dana dari masyarakat dan disalurkan untuk pendanaan proyek pembangunan serta kegiatan ekonomi dengan memperoleh hasil dalam bentuk bunga sebesar presentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan,
Lembaga keuangan bank :
  1. Bank BNI.
  2. Bank Mandiri.
  3. Bank BRI, dll.
Lembaga keuangan non bank :
  1. Pegadaian.
  2. PMN (penanaman modal nasional).
  3. Lembaga pembiyaan ekspor Indonesia.


III. Kerjasama, Penggabungan, dan Ekpansi.

  • Bentuk-bentuk Penggabungan :
  1. Merger adalah suatu penggabungan antara badan usaha yang sejenis dengan tujuan memperkuat kedudukan perusahaan.
  2. Akuisisi adalah upaya untuk memperbesar badan usaha dengan cara memiliki badan usaha atau memindahkan kepemilikan asal badan usaha lain.
  3. Konsolidasi adalah tindakan yang dilakukan oleh dua badan usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mmbentuk satu badan usaha baru.
  4. Trust adalah suatu penggabungan atau pemutusan beberapa badan usaha yang sejenis menjadi maupun yang belainan menjadi badan usaha baru yang lebih besar.
  5. Kaerkel adalah suatu kerja sama atau penggabungan atas dasar sukarela dan beberapa badan usaha sejenis untuk memproduksi atau menjual barang hasil produksinya.
  6. Holding Company adalah penggabungan suatu badan usaha dengan usaha yang lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari beberapa badan usaha.
  7. Join Venture adalah suatu gabungan atara dua pihak atau lebih, yang mengumpulkan modal untuk mendirikan badan usaha dengan perjanjian tertentu.
  8. Production Sharing adalah suatu bentuk kerja sama atau gabungan badan usaha yang mengatur tentang pembagian hasil.
  9. Inestment Trust adalah suatu badan usaha yang menanamkan modalnya di beberapa badan usaha lain dengan cara membeli sero-seronya.
  10. Corner dan Ring adalah seorang atau beberapa orang yang melakukan spekualsi dengan jalan membeli atau menahan sebagian besar persedian barang atau menahan sebagian besar persedian barang tertentu, yang akan berakibat pada naiknya harga barang tersebut di pasar.

  • Pengkhususan Perusahaan adalah kegiatan perusahaan yang mengkhususan diri pada fase atau aktivitas tertentu
  • saja, sedangkan aktivitas lainnya diserahkan kepada perusahaan luar.
  • Pengkonsentrasian Perusahaan, terdiri dari Trust, Holding ,dll.
  • Cara-Cara Penggabungan :
  1. Consolidation / Konsolidasi
  2. Merger
  3. Akuisis, dll.


Referensi :
  1. www.wikipedia.co.id
  2. http://pengantar-bisnis.blogspot.com/2006/10/bentuk-organisasi-bisnis-lanjutkan.html







Senin, 03 Oktober 2011

Perusahaan dan lingkungan perusahaan

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan
.

I. Pengertian Perusahaan


Perusahaan adalah sebagai suatu organisasi produk yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

II. Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

Tempat kedudukan perusahaan adalah perusahaan itu sendiri yang di pengaruhi oleh faktor lembaga keuangan, pemerintah, dll.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh faktor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
Jenis-jenis letak perusahaan
  1. Terikat pada alam. Contoh : perusahaan minyak.
  2. Terikat sejarah. Contoh : perusahaan batik. 
  3. Ditetapkan oleh pemerintah. Contoh : perusahaan kimia.
  4. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi.

III. Perusahaan dan Lembaga Sosial
Tujuan pendirian perusahaan
  1. Keuntungan maksimal.
  2. Kesejahteraan anggota.
  3. Kejahteraan masyarakaat.
  4. Kelangsungan hidup.
  5. Pertumbuhan.
  6. Prestise.
Perusahaan sebagai suatu sistem adalah kombinasi sb. ekonomi yang mempengaruhi proses produksi dan distribusi barang untuk mencappai tujuan tertentu.
Fungsi-fungsi perusahaan :
  1. Untuk membuka lapangan pekerjaan.
  2. Untuk kejahteraan masyarakat.
  3. Untuk menambah pengahsilan masyarakat
  4. Mengurangi angka pengangguran.
Ciri-ciri perusahaan :
  1. Adanya organisasi.
  2. Adanya produksi. 
  3. Adanya sumber ekonomi
  4. dll.

IV. Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaannya.
Pengertian lingkungan perusahaan
Lingkungan perusahaan adalah sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Pengaruh lingkungan terhadap perusahaan adalah perusahaan jadi harus bertanggung jawab atas pendiriannya perusahaan itu kepada masyarakat sekitar yang tinggal di sekitar berdirinya perusaan tersebut, juga harus memperhatikan terhadap akibat bagi lingkungan itu sendiri.
Jenis-jenis lingkungan perusahaan
  1. Lingkungan eksternal makro adalah lingkunga eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh : keadaan alam.
  2. Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh : pemasok.
  3. Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang ada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.

V. Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan.
Dalam melihat bisnis perusahaan bisa sebagai kerjasama usaha atar 2 rang atau lebih, sedangkat dilihat dari lingkungan perusahaan bisa mengecilkan angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja.


Referensi :
  1. Wikipedia
  2. Bisnis Moderen, oleh DR. Basu Swastha DH., SE., MBA.dan Ibnu Sukatjo W.SE.






Ruang Lingkup Bisnis

Ruang Lingkup Bisnis


I. Pengertian Bisnis dan Jenisnya

 Pengertian bisnis
  • Bisnis adalah serangkaian usaha yang dilakukan satu orang atau lebih individu atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan.

Jenis bisnis
  • Monopsoni adalah keadaan dimana suatu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas. Contoh :  penjualan kereta api di Indonesia.
  • Pasar Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan, umumnya berjumlah lebih dari dua perusahaan tapi kurang dari 10 perusahaan. Struktur pasar oligopoli umumnya berbentuk industri-industri yang memiliki capital intensive, seperti industri semen, industri mobil, dll.
  • Oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.
  • Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.

II. Tujuan Kebijakan Bisnis
  1. Melindungi usaha kecil menengah, berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dari tidak punyanya lahan atau wilayah.
  2. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya, tujuannya agar pembisnis juga aan meminimalisasikan dampak negativ yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitar tempat usahanya.
  3. Melindungi konsumen, agar konsumen tidak di rugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi jasa atau barang yang di produksi dari para pembisnis tersebut.
  4. Pendapatan pemerintah, karena dengan adanyya bisnis maka negara akan mendapatkan devisa dari pembayaran pajak penjualan dari yang menjalankan usaha atau dari penjualan

III. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian
Sistem perekonomian yang di pakai oleh setiap negra berbeda-beda tidak selalu menggunaka secara mutlak, tetapi banyak juga yang  menggunakan secara campuran. 4 bentuk sistem perekonomian di dunia :
  • Kapitalisme, merupakan suatu falsafah ekonomi, dan bukannya bentuk suatu pemerintahan.
  • Sosialisme, suatu sistem perekonomian dan juga bentuk pemerintahan.
  • Fasisme, meruakan suatu sistem perekonomian dan bentuk pemerintahan (biasanya di kantor).
  • Komunisme, tidak terdapat kekayaan pribadi atau mungkin hanya sedikit dan tidak terdapat motif keuangan.

Sistem pasar adalah suatu sistem yang terdiri dari permintaan dan penawaran antar produsen dengan kinsumen.

IV. Kesempatan Bisnis/Usaha


Peluang bisnis atau usaha dalam masyarakat antara lain :
  1. Usaha Online, seperti membuka pesanan sablon baju, menjual berbagai produk obat, menjual berbagai pakaian (butik).
  2. Usaha industri rumahan, seperti menjual pulsa, membuat kerajinan tangan, dll.

V. Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi
  1. Keinginan manusia
  2. Faktor-faktor produksi
  3. Cara berproduksi

VI. Hakikat Bisnis

Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan yang bermanfaat bagi masyarakat.

VII. Mengapa Belajar Bisnis

Belajar bisnis memang perlu, agar anda bisa mempunyai kemampuan bisnis. Lebih fesifiknya belajar bisnis juga bisa menambah pengetahuan kita  tentang peluang-peluang bisnis, dan bagaimana cara melakukan bisnis, serta kebijakan dari pelaksanaan binis tersebut.

Referensi
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Jenis_bisnis
  2. http://ruthmatupang.wordpress.com